Posts

Showing posts with the label #pohonjengkol

CERNAK: Pohon Jengkol di Kampung Jerman (Bagian 3)

Image
Senin pagi, seperti biasa semua anak Kampung Jerman bersiap ke sekolah. Berangkat ke sekolah adalah hal yang menyenangkan untuk mereka. Berjalan bersama sambil bercanda. Pohon jengkol biasa menjadi titik kumpul, begitu pula hari ini. “Hai mau coba singkong goreng ini? Ayahku yang buat.” Zahira menawarkan bekal sarapannya pada Anin dan Farhan ketika mereka berjalan menuju pohon Jengkol. “Boleh, tapi nanti saja sambil duduk di bawah pohon, biar tidak jatuh.” Jawab Anin. “Iya, kita kan tidak boleh makan sambil berdiri.” Sesampainya di pohon jengkol, Zahira, Anin dan Farhan melihat beberapa anak sudah berada di sana. Mereka berdiri dan mondar-mandir kesana kemari, seperti ada yang mereka lihat di tanah. “Siapa sih ini, berani-beraninya membuang rongsokan kemari. Ada ember bolong, panci bekas, sampah, kardus, botol-botol plastik." Fadla bertolak pinggang, ia tampak kesal dan menyingkirkan beberapa barang dengan kakinya, Farhan membantu menurunkan tumpukan kardus bekas dari bangku kayu ...

Cernak : POHON JENGKOL (Bagian 2)

Image
“Faira, turun!” teriak Mozza. Mendengar suara temannya, Faira turun perlahan. Faira adalah satu-satunya anak perempuan yang sangat suka mengamati keadaan sekitarnya dari atas pohon jengkol. Itu pula yang baru saja ia lakukan. Dulu dengan mudah mereka dapat melihat lalu-lalang kendaraan di jalan raya, tapi sekarang di hadapan mereka berdiri sebuah tembok yang tinggi. Dinding gedung perkantoran yang berdiri di atas tanah lapang tempat bermain mereka dulu. Kampung Jerman ini tidak begitu luas, hanya satu RW yang terdiri dari tiga RT. Kebanyakan penduduknya bekerja sebagai petani, dan sebagian lagi adalah buruh pabrik sepatu untuk di eksport ke luar negeri. Dulu hamparan sawah disekeliling kampung sangat indah dilihat, dan udara di kampung inipun masih sangat segar. Namun sekarang lahan yang biasa ditanami penduduk, hanya hamparan tanah kering dan semak belukar. Sejak jembatan dan saluran air rubuh, tanah sawah ini tidak lagi mendapat pengairan. Hanya beberapa penduduk saja yang masih mau ...

Cernak: POHON JENGKOL (Bagian 1)

Image
“Hey, ngapain kalian disitu?” “Shuut, jangan ribut, sini!” Uya menarik lengan Faira, adiknya, untuk ikut berjongkok dengan beberapa anak lain di balik tumpukan pasir bangunan. Tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang anak laki-laki, “LARIIII…!” diikuti dengan lesatan tubuhnya melalui tumpukan pasir itu. “Cepat, lari, mandornya datang…!” “Empi, tunggu!” Uya berteriak memanggil Empi dan berlari di belakangnya diikuti tiga anak lainnya. Sementara Faira masih berdiri terpaku dengan kejadian yang ada di hadapannya. “De, ayo lari!” teriak Uya pada adiknya. Faira melihat seorang berpakaian mandor proyek, berlari ke arahnya. Masih dalam kebingungannya Faira berlari mengikuti yang lain. Seperti biasa, Faira bisa menglahkan anak lainnya dalam berlari. Ia menyusul Uya. Pak mandor semakin dekat, tanpa banyak berfikir Faira melompat dan memanjat pohon jengkol disamping sebuah rumah kosong yang ia lalui, “Uya, ayo naik!” Karena badannya yang tambun, Uya tidak bisa menyusul untuk memanjat pohon jen...