Rujak Erang-Erang
Teringat kisah setahun yang lalu. Semua sudah siap, barang bawaan sudah masuk di mobil travel yang akan mengangkut kita ke bandara Hussein Sastranegara. Tentu saja aku sangat senang, ini pertama kalinya aku akan menjejakakn kaki di Sulawesi. Kami keluarga besar, akan mengantar salah seorang sepupu, anak lelaki dari paman bungsuku akan menikah denga seorang wanita Bugis. Hanya beberapa jam perjalanan udara, sampailah kami di Makasar, Dua buah van sudah menunggu. Sebelum menuju tempat keluarga Kiki, sang mempelai wanita, kami di ajak berkeliling untuk menikmati keindahan kota Makasar. Wisata kuliner pun menjadi sebuah keharusan. Menjelang malam kami baru diantar ke tempat peristirahatan, sebuah rumah yang sengaja di sediakan untuk kami, 15 orang dari keluarga mempelai pria. Setelah santap malam, pihak keluarga Kiki mengadakan pembicaraan dengan keluarga inti pamanku. Sementara kami yang masih dianggap muda, berjalan menikmati keadaan kota pada malam hari. “Jangan pulang terlalu malam, be...