Cernak: POHON JENGKOL (Bagian 1)
“Hey, ngapain kalian disitu?” “Shuut, jangan ribut, sini!” Uya menarik lengan Faira, adiknya, untuk ikut berjongkok dengan beberapa anak lain di balik tumpukan pasir bangunan. Tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang anak laki-laki, “LARIIII…!” diikuti dengan lesatan tubuhnya melalui tumpukan pasir itu. “Cepat, lari, mandornya datang…!” “Empi, tunggu!” Uya berteriak memanggil Empi dan berlari di belakangnya diikuti tiga anak lainnya. Sementara Faira masih berdiri terpaku dengan kejadian yang ada di hadapannya. “De, ayo lari!” teriak Uya pada adiknya. Faira melihat seorang berpakaian mandor proyek, berlari ke arahnya. Masih dalam kebingungannya Faira berlari mengikuti yang lain. Seperti biasa, Faira bisa menglahkan anak lainnya dalam berlari. Ia menyusul Uya. Pak mandor semakin dekat, tanpa banyak berfikir Faira melompat dan memanjat pohon jengkol disamping sebuah rumah kosong yang ia lalui, “Uya, ayo naik!” Karena badannya yang tambun, Uya tidak bisa menyusul untuk memanjat pohon jen...