ANTARA ULAT, AMPLOP, DAN GAWAI BERMERK ALCATEL (part 1)
Tanpa sengaja aku menemukan sebuah foto lama di antara tumpukan buku-buku lama yang akan kusimpan di gudang. Foto enam orang mahasiswa tingkat pertama, dekil, dengan papan nama dari kardus bekas segede papan nama kelurahan, topi dari bola plastik, dan tas kersek sampah yang selalu nyantol di pundak selama kegiatan. Ini foto ketika kita melaksanakan orientasi sebagai mahasiswa baru, itu sekitar tujuh belas tahun lalu. Baris belakang, berdiri. Voni, cewek tinggi langsing, rambut cepak, kacamata tebal yang lebih mirip pantat botol dari pada kacamata. Yudi, satu-satunya cowok dalam foto, berambut kribo, kulit gelap tidak terkira untuk ukuran orang Indonesia, tapi giginya paling bersih dan tertata rapi. Rani, cewek berambut ikal sepundak, gugupan, paling ga PD kalo diliatin cowok, tapi ganjennya minta ampun kalo lewat tempat photocopy -an Bang Romi. Baris depan, duduk. Nurma, cewek paling kalem cenderung jaim, ngomong selalu diatur pake bahasa asing biar tampak intelek, tapi kadang jad...