Di Indonesia masih jarang sekali orang tua di rumah yang secara khusus mengajarkan anak untuk berliterasi financial sejak dini. Begitu pula di sekolah, mungkin hanya sedikit lembaga-lembaga pendidikan di tingkat pendidikan dasar yang menyisipkan tentang pendidikan pengelolaan keuangan di kurikulum sekolahnya. Padahal ini dilakukan agar seorang anak terbiasa mengelola kebutuhannya dan mampu mengatur keuangannya dengan baik di kemudian hari. Tidak sulit menerapkan pendidikan financial pada anak, asalkan hal ini dilakukan denga cara yang sederhana, agar mudah untuk dipahami dan diaplikasikan. Karena pendidikan financial ini tidak hanya memperkenalkan uang secara fisik dan kegunaannya sebagai alat tukar saja, melainkan menanamkan sebuah konsep tentang bagai mana mengelola dan memanfaatkan uang dengan benar. Tidak perlu menyampaikan hal yang terlalu teoritis dan rumit tentang financial kepada anak, apalagi untuk anak usia dini. Cukup dengan diskusi ringan di sela-sela aktivitas sehari-hari....
Baru hari ke lima puasa, di luar anak-anak abegeh masih semangat bangunin sahur. Ada yang dengan nyanyian indah nan merdu, ada juga yang segala alat tatalu yang super barbar, mulai dari kentongan, ember, tutup panci, sampai tiang listrik jadi instrument subuh di beberapa tempat. Seru memang, tapi kadang ini hanya berlangsung di awal puasa saja, mungkin lama-lama jadi senyap dan kita hanya mengandalkan panggilan dari toa masjid saja. Untuk yang punya masalah bangun sahur, terutama buat yang jomblo: GUNAKAN GADGET DAN SEMUA KEMAMPUAN KAMU, SEMANGAT!!!! 1. Niat dulu dong mau puasa esok hari, jd inget buat bangun sahur lebih awal. 2. Kurangi makanan dengan kadar gula tinggi, lemak, dan kafein pada saat buka puasa. 3. Jangan begadang, sekalipun bada shalat tarawih adalah waktu yang enak buat nonton serial drakor atau main gim sampai subuh. 4. Pasang alarm, kalo perlu pakai suara teriakan emak yang lagi marah karen...
Ini adalah hari kedua Hanny berada di kota Ciamis, setelah hampir satu bulan ia menjelajahi beberapa kota di pulau Jawa untuk mengunjungi anak-anaknya.. Harapan yang besar ia tumbu pada Deni anak sulungnya yang sejak kecil tinggal bersama keluarga Mantan suami pertama Hanny. Jika dihitung, usia Deni mungkin sekarang sekitar 18 atau 19 tahun. Pertemuan yang mengharu biru, pada awalnya Deni menolak bertemu ibu kandungnya. Setelah beberapa saat Mang Ayud membujuk Deni, akhirnya kedua ibu dan anak itu pun bisa ber...
Comments
Post a Comment